Sekolah
sumber gambar: http://foto2.data.kemdikbud.go.id/getImage/20228686/7.jpg
sumber gambar: http://foto2.data.kemdikbud.go.id/getImage/20228686/7.jpg
Identitas buku
Judul buku: Abu Bakar Ash-Shiddiq
Penulis: Abu Jannah
Penerbit: Pustaka Al-Inabah
Halaman: 168 halaman
Tanggal terbit: Maret 2020
Alasan
Saya membaca buku ini untuk menambah pengetahuan dan lebih mengenal tentang para sahabat Rasulullah, juga mencontoh sikap-sikapnya.
Ringkasan
Buku ini menceritakan tentang pengenalan Abu Bakar, masa kepemimpinannya, hingga akhir hidup Abu Bakar.
Nama asli Abu Bakar adalah Abdullah bin Utsman bin Amir. Ia biasa dipanggil Abu Bakar dan memiliki julukan "ash-Shiddiq" karena suka membenarkan Rasulullah. Ia berasal dari Bani Tamim.
Pada saat Nabi Muhammad menawarkan Islam kepadanya, ia langsung menerima tanpa keraguan. Ia juga yang mendesak Rasulullah untuk melakukan dakwah secara terang-terangan. Abu Bakar merupakan orang yang sangat menjaga rahasia, menjaga makanan yang ia makan, ramah, dan sangat bersemangat dalam melakukan kebaikan. Abu Bakar adalah sahabat terdekat Rasulullah. Ia menemani Rasulullah saat ingin hijrah ke Madinah. Ia juga menjalankan semua sunnah yang diajarkan Rasulullah.
Saat sakit, Nabi menyuruh Abu Bakar menggantikannya mengimami jamaah pada sholat Shubuh. Hal ini menjadi salah satu alasan Abu Bakar dipilih menjadi khalifah setelah meninggalnya Rasulullah. Abu Bakar memimpin seperti Rasulullah memimpin. Abu Bakar memimpin dengan adil, tidak memandang bulu. Abu Bakar juga berupaya membunuh para nabi palsu. Ia juga berusaha untuk mengumpulkan al-Quran dalam satu mushaf atas usul dari Umar.
Abu Bakar mengutus Khalid bin al-Walid untuk menaklukkan Irak dengan membawa 18.000 personil pasukan. Khalid pun dapat memenangkan perang. Dalam penaklukan Syam, Abu Bakar menugaskan Khalid memimpin pasukan Amr bin al-Ash, pasukan Yazid bin Abu Sufyan, pasukan Abu Ubaidah, dan pasukan Syurahbil melawan bangsa Romawi di Syam. Di Yarmuk, pasukan muslimin yang berjumlah 40.000-45.000 dapat mengalahkan pasukan Romawi yang berjumlah 240.000 prajurit. Dalam perang ini terdengar kabar wafatnya sang khalifah Abu Bakar.
Abu Bakar wafat setelah 15 hari jatuh sakit. Sebelum wafat, ia bermusyawarah dengan para sahabat tentang Umar yang akan menggantikannya sebagai khalifah dan mereka setuju. Abu Bakar wafat pada tanggal 12 Jumadil Akhir tahun 13 H.
Keunggulan
Buku berjudul "Abu Bakar Ash-Shiddiq" yang dikarang oleh Abu Jannah memuat cerita dengan bahasa yang mudah dimengerti, tidak bertele-tele, padat dan jelas. Buku ini juga menyertakan dalil yang menjadi sumber pembuatan cerita.
Kekurangan
Ada beberapa cerita yang kurang diperinci bagiannya. Selanjutnya, saat menceritakan tentang penaklukan Irak dan Syam lebih banyak memuat tentang Khalid bin al-Walid dan sedikit tentang Abu Bakar.
Teladan dari tokoh
Sifat yang dapat diteladani dari sosok Abu Bakar adalah selalu menjaga rahasia, memastikan makanan yang dimakan itu halal, ramah, berlaku adil, dan bersemangat dalam melakukan kebaikan.
Hikmah
Setiap manusia pastinya punya keinginan kan. Entah itu ingin kaya, ingin juara 1, ingin pintar, dan sebagainya. Aku pun begitu. Aku ingin sekali kembali ke laut. Bertemu dengan ibu dan kakak-kakak. Sudah sangat lama sekali aku tidak melihatnya. Aku sangat rindu kepada mereka.
Bapak menyuruhku untuk bersabar. Ia berkata bahwa aku akan kembali dan bertemu ibu tidak lama lagi. Tapi pernyataan itu sudah sangat lama sekali. Sudah hampir 3 tahun dan pernyataan itu belum juga terpenuhi. Hm, aku sekarang menjadi heran, apa keadaan di laut masih sama. Si orang jahat itu apakah masih belum pergi? "Bapak aku ingin ke laut. Aku rindu ibu dan kakak," rengekku kepada bapak yang baru ingin berangkat memancing. "Sabar ya Le, sebentar lagi," jawab bapak meyakinkanku. Mendengar itu aku mengangguk dan bapak pamit pergi mencari ikan.
Setiap pagi aku selalu duduk di balkon rumah. Menikmati pemandangan pantai dan tak lupa, rupa Kak Jo yang sedang mengendarai jet skinya. Bersantai sambil menikmati udara yang amat segar memang perpaduan yang cocok. Tapi anehnya, tadi pagi aku tidak melihat Kak Jo. Padahal dia tidak pernah absen dalam mengendarai jet ski di pagi hari.
"Pak, Kak Jo kemana sih? Aku sudah dari tadi tidak melihat dia," tanyaku kepada bapak yang sedang menyantap sarapannya di meja makan. "Oh, Kak Jo sedang membantu memindahkan manusia laut."
Mendengar itu otakku penuh dengan pertanyaan. Apakah keadaan laut sedang tidak aman? Apa yang menyebabkan mereka dipindahkan? Apakah ibu dan kakak akan baik-baik saja atau malah ikut dipindahkan? Jika keadaan laut sedang tidak aman, maka bagaimana aku bisa kembali ke laut? Dan keinginanku untuk kembali ke laut pun diurungkan. Rasa kecewa dan takut menjadi satu. Aku coba bertanya kepada bapak tentang penyebab mereka dipindahkan. Tapi bapak tidak tahu alasannya. Ia menyuruhku untuk menanyakan itu ke Kak Jo seusai ia menjalankan tugasnya.
~~~
Aku hampiri Kak Jo sedang duduk santai di halaman rumahnya yang sudah menjadi kebiasaannya di sore hari. Sesuai dengan perkataan bapak tadi yang menyuruhku untuk langsung menanyakan alasan mereka dipindahkan ke Kak Jo. "Kak Jo!" teriakku berlari menghampiri Kak Jo yang mulai menatapku seakan mata itu mewakilkan telinga yang siap mendengar pembicaraanku.
"Kak, aku dengar kakak membantu memindahkan mereka ke darat,"
"Ya betul, ada apa?" tanya Kak Jo seraya mengangkat alisnya penasaran. "Aku penasaran, apa yang menyebabkan mereka dipindahkan?"
"Hm, sebenarnya penyebabnya masih belum diketahui pasti. Tapi sang pemuka menebak bahwa terjadi kericuhan disana." Aku mengangguk mendengar jawaban Kak Jo yang matanya sudah beralih kembali menatap pantai yang disertai ombak kecil yang bergerak mendekat lalu menjauh secara beraturan.
"Sebentar, kericuhan? Apakah si orang jahat itu membuat ulah lagi? Atau manusia? Atau peperangan antarsuku?" tanyaku kembali. Kulihat wajah Kak Jo yang sedikit kesal akibat rentetan pertanyaan yang aku lontarkan. "Soal itu aku tidak tahu pasti karena sang pemuka tidak menjelaskan lebih dalam tentang itu." jawabnya.
"Namun, menurutku si orang jahat itu belum pergi. Apa kau melihat wajahnya di permukaan?" tebak dan tanyanya. Aku hanya membalas dengan gelengan. Aku bahkan belum pernah sama sekali melihat wajahnya. Mungkin pernah tapi sudah lama sekali jadi aku tidak ingat. "Ini aneh. Jika tebak kan ku benar, maka ia pandai bersembunyi. Atau mungkin ada pasukan yang diutus untuk menjaganya agar tidak ketahuan?" jelas Kak Jo. Kini mukanya sedikit lebih serius, "baiklah sekarang bukan waktunya memikirkan tentang ini. Mari kita percayakan masalah ini ke sang pemuka," kata Kak Jo, "Oh, dan kau, Andre. Cepat pulang itu Bapakmu sudah teriak-teriak memanggilmu!" Aku menoleh dan berpamitan ke Kak Jo yang masih terkekeh.
Kalian harus tahu ini ya. Jika aku pulang melewati waktu Maghrib, maka nasibku di hadapan Bapak hanya Tuhan yang tahu.
Hai kenalin nama aku Andre Darmawan Cullen yang biasa dipanggil Andre. Kalian percaya dengan manusia laut? Hmm, orang-orang biasanya menyebutnya duyung. Bukan, bukan duyung. Kalian tahukan kartun SpongeBob SquarePants. Yak, semacam itu yang kumaksud. Tapi dengan wujud manusia. Manusia yang hidup di laut. Aku? Hmm, entah saat aku beri tahu soal ini kalian akan percaya atau tidak. Aku merupakan salahsatu dari kelompok itu. Aku memang tinggal di darat, tapi sejak kecil sampai umurku sekitar 1-2 tahun, aku tinggal di laut.
Keadaan saat itu memang sangat kacau. Beberapa dari kami harus pergi ke pinggir pantai. Aku masih belum mengetahui alasan mereka harus dipindahkan. Bukan hanya mereka tapi juga aku. Kata bapak karena ada manusia jahat yang ingin mengetahui keberadaan kami. Bapakku memang tinggal di darat, tempat tinggalnya ada di dekat pantai. Pantai saat itu sangat ramai. Bukan karena banyak turis yang berkunjung. Tapi dari kalangan kami yang terpaksa dipindahkan. Kami harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang lebih panas daripada tempat tinggal kami yang dulu. Aku melihat mereka sangat kehausan dibawah teriknya matahari. Aku sudah lebih dulu masuk ke rumah bapak jadi tidak merasakan panas tersebut. Bapak menyuruh mereka untuk juga masuk dan berteduh di rumah. Aku sangat bangga mempunyai bapak yang sangat baik dan peduli.
Oiya, aku belum sempat mengenalkan kalian dengan salah satu temanku yang bertugas membantu kami pindah. Kenalkan nama dia adalah Jonathan Gunari. Aku biasa memanggilnya Jo. Dia bertugas dengan menggunakan jet ski. Aku sangat kagum melihatnya yang sangat bergembira dengan tugasnya. Jarak umur kami memang sangat jauh. Hmm, sekitar 10 tahun. Dengan rambut berwarna sedikit pirang yang menutupi telinga dan berantakan akibat hembusan angin, dia tampak lebih keren. Sedangkan aku? Dengan warna rambut hitam pekat dan merupakan anak rumahan hanya melihat kagum pada dirinya dari balkon rumah. Hmm, iri sekali dengannya yang sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan darat yang sangat panas ini.
Bapak tinggal bersama dengan bibiku. Elisabeth Emery Darmawan namanya. Ia sangat telaten dalam memasak dan mengurus rumah. Ia mempunyai anak bernama Adi yang berumur 23 tahun yang mengharuskannya merantau untuk bekerja. Aku di rumah hanya bersama dengan bapak dan bibi. Pasti setiap sore aku selalu bermain di tepi pantai walau hanya sebentar. Sedangkan bapak harus bekerja sebagai nelayan dari malam sampai pagi. Oh, sekarang sudah waktunya aku makan malam, sudah dulu ya. Perkenalan kita sampai sini dulu, nanti akan aku bagikan cerita-cerita menarik lainnya di lain waktu. Babay.
![]() |
| pemandangan sore hari dari balkon rumah |

Batik Sunda
Selain Surakarta, Jogja, dan Pekalongan, ada beberapa ragam batik dari wilayah Jawa Barat.
Sebut saja Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Garut, dan lainnya.
Kota ini bukan hanya dihuni oleh ragam kuliner dan wisata alamnya, tetapi juga kerajinan seninya, yang kini juga masuk dalam jajaran warisan dunia UNESCO.
Berbeda dengan warna sogan, batik asal Jabar lebih dominan oleh warna-warna cerah, kalem, dan kaya akan ornamen.
Berdasarkan sejarah, warna dan motifnya dipengaruhi oleh kehidupan masyarakatnya di bidang ekonomi maupun sosial sehari-hari.
Juga akibat percampuran dari masa Kerajaan zaman dulu.
Akhirnya, kumpulan batik itu dikenal dengan istilah ‘Batik Sunda’ yang bisa kamu lihat pada ulasannya di bawah ini.

Batik Sunda atau Jawa Barat yang juga masuk dalam kategori ragam warisan budaya adalah batik Banten Pamaranggen khas Banten.
Pamaranggen khas dengan bentuk layaknya ketupat atau kawung ceplok piring.
Nama pamaranggen juga sudah resmi masuk dalam situs UNESCO bersama 75 jenis batik lainnya.

Batik asal kota hujan ini menyimpang latar belakang yang lekat dengan sejarah Kerajaan Pakuan di masa lampau.
Salah satu contoh adalah batik kujang kijang (lihat gambar di atas).
Kujang adalah senjata tradisional yang khas dari masyarakat Sunda tempo dulu, sementara kijang merupakan hewan bertanduk ikon kota Bogor.

Batik Sunda berikutnya adalah batik garutan yang mengalami perkembangan pesat serta kepopuleran pada tahun 1967 dan 1985 dengan bentuk bulu hayam (bulu ayam).
Kini di zaman modern, desain batik ini pun dibuat dengan menggabungkan beberapa motif khas dari pelbagai daerah.

Batik Sumedang berisi filosofi panjang dan penjelasannya pun beragam sekali.
Penggambaran melalui tulis flora atau tumbuh-tumbuhan seperti kembang boled bermakna kesuburan dan kemakmuran di zaman kerajaan Sumedang di abad terdahulu.

Batik Ciamis Lepaan kupu-kupu biasanya memasukkan ornamen khas flora dan fauna yang juga terpengaruh oleh kebudayaan Tionghoa sejak dulu.
Kupu-kupu dalam dianggap sebagai hewan yang bebas terbang ke angkasa dan dalam kehidupan mengandung makna sebagai harapan.

‘Cupat Manggu’ adalah nama lain dari buah manggis, yang kalau kita perhatikan pecahan kelopaknya memang menyerupai bunga manggis.
Hal ini tak lepas dari kehidupan ekonomi masyarakat Garut yang memiliki banyak perkebunan buah manggis.

Batik Ciamisan lebih dominan dalam merefleksikan kehidupan alam yang natural melalui ornamen hewan seperti kupu-kupu atau ngengat.
Perkembangan batik ini justru mendapat pengaruh kebudayaan lokal seperti dari Tasikmalaya, Indramayu, dan Cirebon.
Seperti yang bisa kita lihat dari gambar, bahwa coraknya naturalistik dengan penggambaran kupu-kupu.

Motif kebun raya Bogor ini resmi dirilis ke publik pada tanggal 2 Oktober, tepat di hari batik.
Ornamennya beragam; mulai dari padi sebagai lambang kemakmuran, rusa yang merupakan ikon binatang kota Bogor, hujan merujuk pada sebutan kotanya, serta bunga teratai.

Pola geometri pada batik Cirebon juga sarat akan kehidupan sosial masyarakatnya sendiri.
Garis miring dan terdapat lekuk tajam menggambarkan bagaimana bentuk jalanan di Cirebon yang mengikyuti pola lereng alias miring disertai jajaran pegunungannya.

Taleus atau yang kita kenal sebagai daun talas juga menjadi salah satu inspirasi pembuatan batik khas Ciamisan ini.
Pun batik Tasikmalaya dari Sukapura juga menghasilkan motif daun talas dengan corak tata warna berbeda.

Batik Geometri hitam putih dari Jabar pun juga cukup diminati masyarakat di era modern seperti sekarang ini.
Bahan kainnya kerap digunakan sebagai sarung, jarik gendong bayi, dan masih banyak lagi.

Batik ini juga merupakan peranakan yang ada di Indonesia hasil alkulturasi budaya di zaman dulu.
Berisi ornamen gambar-gambar daun ganggang yang dikombinasikan dengan ornamen lain berupa tumbuh-tumbuhan maupun fauna.

Berbeda dari batik kebanyakan di Malang, Solo maupun Jogja, batik geometri khas Garutan dibuat secara bolak-balik dengan proses yang cukup panjang.
Warnanya cerah serta membentuk garis lereng, yang melambangkan keadaan perbukitan maupun struktur tanah Garut itu sendiri.

Nama Kuda renggong merujuk pada seni pertunjukan yang berasal dari kota Sumedang, Jawa Barat.
Bahkan saat ini atraksi dari kota Tahu ini pun resmi dijadikan salah satu objek wisata yang digemari oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Batik Lawas Garutan bulu hayam dulunya disebut oleh masyarakat sapu jagat, kemudian diganti dengan nama ‘bulu hayam (ayam)’.
Ayam merupakan hewan ternak yang dekat dengan masyarakat Garut sejak dulu dan isiannya pun dipenuhi oleh pola geometris.

Dijuluki sebagai kota hujan, oleh masyarakat Bogor pun dibuat ke dalam desain batik hujan grimis.
Motif ini juga menjadi salah satu hasil tangan terlaris dari kota di daerah Jabar tersebut.

Daun boled merupakan tumbuhan penghasil ubi Cilembu yang sering kali kita jumpai dijajakan di pinggir jalan.
Daun ubi jalar ini juga merupakan tanaman khas kota Sumedang yang tumbuh subur di tempat-tempat lembab.
Motifnya artistik dan naturalistik sekali.

Batik ini sepintas mengingatkan kita pada motif parang pamor.
Namun, di sini polanya dibuat lebih simetris dengan warna cerah karena terinpsirasi dari warna-warni serta bentuk tumbuhan.

Nama batik ini terinspirasi dari kujang, yang mana adalah senjata asli dari Jabar yang dibuat pada abad ke 8 hingga 9, sementara kijang merupakan ikon kota Bogor.
Lebih dari itu, penjelasan dan filosofinya bisa kamu simpulkan sebagaimana kijang berlari dengan kencang lebih dari harimau, yang berarti kita harus bersaing secara sehat dan berkompetisi semaksimal mungkin.

Batik Trusmi cirebon menghasilka multi ornamen yang menggambarkan betapa banyaknya jenis tumbuhan (flora) dan fauna.
Seperti misalnya batik yang dibuat dan diekspos oleh rumah batik Komar ini.

Nah, berbeda dari motif bulu ayam yang sebelumnya (lingkar setengah), batik yang satu ini merupakan bentuk awal dan termasuk kategori klasik karena belum ditambahkan banyak pola geometris.
Motif bulu ayam diambil dari kondisi masyarakat sekitar yang waktu itu banyak memelihara ayam.

Batik simbut juga disebut dengan batik Banten karena asalnya dari pedalaman Sunda, tepatnya oleh masyarakat Badui di era peradaban lama.
Batik motif daun warna pastel kalem ini pun lalu dikembangkan di daerah pesisir Banten.

Batik merak ngibing atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai merak menari merupakan batik khas Garutan setelah bulu ayam dan cupat manggu.
Saat menari, sayap atau bulu burung ini akan menunjukkan warnanya yang indah dan elegan.
Nah, nilai filosofisnya juga terkandung dalam ornamen satwa yang dilindungi tersebut.